>>>Welcome... JLI Hero's ! Please Follow....! We Care, 1 Heeart, 1 Care, 1 Nation <<<

Senin, 30 Mei 2011

Puluhan Ton CPO Cemari Laut Dumai

oleh Goku
DUMAI  — Nelayan yang melaut pada Sabtu (28/5) pagi lalu, kaget melihat perairan laut di Kecamatan Sungai Sembilan tertutup tumpahan crude palm oil (CPO). Sekitar puluhan ton CPO milik PT Indo Palm tersebut tumpah akibat bocornya tanki penimbunan. Minyak kelapa sawit mentah yang tertumpah dan mencemari laut di Kota Dumai tersebut berasal dari tanki no 16 milik PT Indo Palm, yang terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Karena kejadiannya dini hari, diduga CPO yang masuk ke laut sudah terbawa arus di pagi harinya. Namun, beberapa rembesan dari tumpahan tanki 16 berisi CPO tersebut masih terlihat di anak sungai dekat area Indo Palm. Dan di TKP juga masih tampak bekas tumpahan dan rembesan CPO. Pantauan Dumai Pos, di tempat kejadian perkara (TKP), tampak pekerja dari PT Pasific Indo Palm, sedang membersihkan tumpahan CPO yang tersisa di anak sungai dekat tangki mereka.

Informasi tumpahnya CPO milik PT Pasific Indo Palm, juga terdengar oleh pihak Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Basri, dan langsung menuju ke TKP. Kepada Wartawan Basri, menyatakan akan menguji kadar pencemarannya.
Sebagai informasi, selama ini kejadian yang serupa acap terjadi di perairan laut Kota Dumai, bahkan dikabarkan beberapa tumbuhan dan hewan laut diduga tercemar dengan adanya tumpahan CPO yang berton-ton tersebut.
Namun, setakat ini belum ada perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang CPO di Dumai, yang CPOnya pernah tumpah di laut dinyatakan perbuatannya telah mencemari kehidupan di laut oleh pihak KLH Dumai. Baru-baru ini saja kantor yang dipimpin Basri ini menyatakan uji sampel pencemaran di Pelindo dan Pertamina tidak memenuhi standar, tapi hasil sampelnya tidak disebutkan. Tercemar atau tidak.
Sementara, di lokasi petugas KLH, polisi dan wartawan yang ingin mendapat informasi sempat tidak diizinkan untuk masuk ke area. Sehingga beberapa wartawan terpaksa masuk melalui pintu PT SDS, itupun sempat tidak diperbolehkan masuk.
Kepala KLH Basri, Ahad (29/5), membenarkan adanya tumpahan CPO dari tanki 16 posisinya dari bibir muara anak sungai yang hulunya melewati Mapolsek Sungai Sembilan. Jarak tanki dengan anak sungai sekitar 50 m.
“Mendapat informasi tersebut, kita (KLH) berkoordinasi dengan Polsek Sungai Sembilan langsung turun ke lokasi, untuk melakukan verifikasi lapangan dan mengambil sample air pada empat (4 ) titik dan pihak perusahaan telah membersihkan tumpahan minyak yang sebarannya sampai muara anak sungai,” sebut Basri
Ditambahkan Basri, kejadian yang sempat menmghebohkan warga sekitar TKP tersebut, melanggar Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan, serta Undang-undang keterbukaan informasi.
Sementara, Kopalres, saat dihubungi Dumai Pos, melalui Kapolsek Sungai Sembilan, AKP Jasri Tabing, didampingi Kanit Reskrim, Aipda Burnaidi, membenarkan adanya kejadian tumpahan CPO milik indo Palm tersebut.
“Kita mendapat informasi dari masyarakat, katanya ada tumpahan CPO milik Indo Palm. Berdasarkan informasi tersebut kita langsung turun ke lapangan, namun ditahan oleh petugas perusahaan dan mereka meminta surat tugas. Setelah surat tugas ditangan baru mereka memperbolehkan kita masuk untuk mengecek kebenaran informasi masyarakat tersebut,” sebut Kapolsek yang didampingi Kanit Burnaidi.
Disebutkan Burnaidi, kedatangan mereka ke lokasi rembesan CPO tersebut untuk membekap KLH yang ingin mengambil data di sana. Bila benar terbukti mencemari lingkungan, tambah Burnaidi, pihak KLH yang akan menindak lanjutinya.
Sementara, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT Pasific Indo Palm, Eric yang dihubungi Kepala KLH Dumai, Basri melalui selular membenarkan adanya tumpahan minyak kelapa sawit mentah di area perairan lingkungan perusahaannya.
Menurutnya, tumpahan minyak disebabkan adanya kebocoran pada pipa saat loading dari tanki timbun ke kapal tanker. “Tapi semuanya sudah diatasi dan mereka menjamin peristiwa itu tidak mengganggu biota laut,” kata Basri menirukan ucapan Eric.
Basri.
Sampai berita ini diturunkan, berapa banyak jumlah CPO yang pastinya tertumpah ke perairan, pihak perusahaan belum bisa memberitahukannya. Dengan alasan masih dalam pengumpulan dan pembersihan.
Aparat Dilarang Masuk
Pihak Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Dumai, Polsek Sungai Sembilan dan wartawan yang ingin masuk ke dalam area PT Pasifik Indo Palm untuk melipu dan memantau, dicegat oleh petugas perusahaan dan dilarang masuk tanpa membawa surat tugas.
Tidak boleh masuk kerena untuk memantau kejadian tersebut dibenarkan oleh pihak Kepolisian Sungai Sembilan saat dihubungi Dumai Pos, Ahad (29/5) melalui Kapolsek, AKP Jasri Tabing yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Sungai Sembilan Aipda Burnaidi.
“Ya, benar. Saat ingin masuk ke area rembesan CPO tersebut, kita (Polsek) bahkan pihak KLH tidak diperbolehkan masuk oleh mereka, dan mereka meminta surat tugas baru diperbolehkan masuk. Setelah kita memiliki surat tugas baru kita bisa masuk ke lokasi guna memantau kejadian yang diduga mencemari lingkungan tersebut,” sebut Kapolsek yang didamping Kanit Reskrim.
Secara terpisah, Kepala KLH Basri, kepada Dumai Pos juga mengaku pihaknya yang ingin mencari informasi terkait adanya tumpahan CPO milik PT Pasifik Indo Palm ditahan oleh petugas dari pihak perusahaan. Bahkan ditahan masuk hingga 6,5 jam. “Kita (KLH) tidak diperbolehkan masuk oleh pihak perusahaan dengan alasan tidak rasional. Petugas KLH terhambat masuk dari pukul 10.30-17.00 WIB,” sebut Basri.
Sementara, petugas yang mencegat pihak KLH, polisi dan wartawan masuk, mengaku mereka hanya menjalankan tugas dari atasan mereka. “Kita bukan menghalangi tugas bapak-bapak untuk masuk, tapi ini tugas yang diberikan perusahaan kepada kami,” kata seorang petugas PT Pasific Indo Palm, kepada seluruh unsur dan lembaga publik yang ditahan tepat di depan pintu masuk perusahaan, yang belakangan diketahui bernama Syahrial.
Tak Mau Teken BAP
PT Pasifik Indo Palm, seperti tidak terbuka dengan KLH, polisi dan wartawan yang ingin meliput. Buktinya selain melarang pihak KLH, Kepolisian, Wartawan masuk ke area mereka guna mencari informasi dan memantau kejadian.
Pihak perusahaan CPO tersebut juga tidak mau menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) yang disungguhkan pihak KLH. Sepertinya, Indo Palm sangat menantang aparat di Kota Pengantin Berseri yang Sehat ini.
KLH yang ingin mengambil sampel dengan adanya rembesan CPO tersebut memang sangat direpotkan oleh Indo Palm. Setelah dicegat masuk hingga 6,5 jam dipintu gerbang, pihak perusahaan tidak mau menandatangani BAP pemeriksaan.
“Awalnya ketika KLH mau masuk pihak perusahaan mencegat dengan alasan tidak rasional, sehingga kita terhambat masuk dari pukul 10.30 WIB hingga jam lima petang. Baru setelah pukul 17.00 WIB kita diperbolehkan masuk ke dalam,” sebut Basri.
Ditambahkan Basri, selama kurang lebih dua jam berada di dalam area perusahaan milik asing tersebut, pihak KLH lantas melakukan verifikasi lapangan, mengambil sample air dan pemeriksaan dokumen.
“Dalam melakukan verifikasi lapangan tersebut, kita didampingi oleh pihak manajemen dan Humas perusahaan. Namun ketika kita (KLH) meminta agar Berita Acara Pemeriksaan diteken, Manajemen perusahaan mereka (Indo Palm, red) menolak dengan alasan yang tidak jelas,” tandas Basri.

Sumber: Dumai Pos

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Ping your blog, website, or RSS feed for Free Multiple BacklinksFree Automatic Link