>>>Welcome... JLI Hero's ! Please Follow....! We Care, 1 Heeart, 1 Care, 1 Nation <<<

Selasa, 04 Oktober 2011

Kegiatan We Care Ramadhan JLI

oleh Supes
0 komentar

Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2011, adalah sebuah bentuk kegiatan rutin dari Justice League of Indonesia. Kegiatan ini dinamakan We Care Ramadhan karena kebetulan kegiatan ini dilaksanakan pada saat Bulan Suci Ramadhan. Dimana Kepanitiaan yang dibentuk oleh Pengurus Justice league of Indonesia, seluruhnya adalah Super Hero yang beragama Kristen. Bentuk dan sasaran kegiatan adalah segala hal yang berhubungan dengan Ibadah di Bulan Puasa. Tarweh keliling bersama Pengurus dan Member JLI, Buka puasa bersama dengan anak-anak dari Panti Asuhan dan orang-orang kurang mampu, yang pada akhirnya, kegiatan We Care Ramadhan ditutup dengan membagikan makanan, minuman dan uang kepada anak-anak Panti Asuhan, orang-orang yang kurang mampu -yang parameter dari orang-orang kurang mampu ini adalah, keluarga yang memiliki rumah tapi masih lantai tanah, yang telah didata terlebih dahulu oleh Pengurus JLI-. Alhamdulilah, Puji Tuhan, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan sesuai dengan harapan Pengurus Justice League of Indonesia serta Panitia Kegiatan, yaitu bisa mewujudkan kePedulian kepada sesama tanpa pandang bulu walaupun disaat yang sama, kami Keluarga Besar Justice League of Indonesia juga memiliki keterbatasan dari segi moril dan materil sama seperti orang-orang yang kami CARE.
Baca Selengkapnya - Kegiatan We Care Ramadhan JLI

Fenomena Big Fish di depan daratan Kota Bitung Sulawesi Utara, 7 hari berselang..

oleh Supes
0 komentar

Saya tidak bisa memberikan penjelasan atau keterangan lebih tentang objek ini karena sampai sekarang sejak pertama kali saya menemukannya 7 hari yang lalu, tidak ada seorangpun yang berkompeten atau yang memiliki displin dibidang yang berhubungan dengan pencitraan satelite atau apapun namanya yang bisa memberikan penjelasan yang akurat dan masuk akal tentang fenomena ini. Saya juga tidak bermaksud untuk membesar-besarkan masalah ini. Ini mungkin murni hanya rasa ingin tau dari pribadi yang cuma pernah kuliah di jurusan Ekonomi, Sosial politik, dan Hukum. Objek ini mungkin bukan apa-apa, mungkin hanyalah masalah distorsi cuaca, tapi sebelum mendapat penjelasan yang masuk akal, saya rasa, saya tetap akan mencari tau objek apa ini. Terima Kasih
Baca Selengkapnya - Fenomena Big Fish di depan daratan Kota Bitung Sulawesi Utara, 7 hari berselang..

Minggu, 12 Juni 2011

Kecelakaan akibat kelalaian kerja yang terjadi di FLYING FOX WATERPARK CITRALAND MANADO

oleh Invisshare
2 komentar
Masyarakat Manado yang berada di tempat hiburan Waterpark Citraland di kejutkan akibat kecelakaan kerja yang terjadi pada sabtu 11 juni 2011 sore dari salah satu pekerja dengan sengaja menggunakan Flying fox tanpa menggunakan alat pengaman atau safety membuat Dia jatuh mengakibatkan salah satu kursi plastik hancur dan kepalanya terbentur tiang besi yang ada, sehingga  mengeluarkan banyak darah dan langsung di bawah ke RS Bhayangkara Manado.
Deden dengan panggilan akrab nya sebenarnya sudah selesai kerja dan sudah agak menjauh dari tempat kerja nya atau  TKP. Dan yang membuat Deden harus kembali bekerja karena ternyata masih ada tiga orang yang akan bermain di situ yang harus Deden layani yaitu; satu anak umur lima tahun dan dua perempuan dewasa, selesai dari itu dengan sengaja Deden meggunakan Flying fox untuk menyebrang dengan tidak menggunakan safety tanpa Deden pikirkan itu akan membuat kecelakaan pada diri nya sendiri.


info:
Gambar yang ada yaitu; salah satu perempuan pengguna Flying fox yang terakhir di layani Deden.
Baca Selengkapnya - Kecelakaan akibat kelalaian kerja yang terjadi di FLYING FOX WATERPARK CITRALAND MANADO

Jumat, 03 Juni 2011

STORY AND THE REAL STORY 2009 which still exist UP NOW ... INSPIRATION AND MAKE HER SO FORMED JUSTICE LEAGUE OF INDONESIA

oleh Invisshare
2 komentar

MY CASE



Nama aku Jack  -Kependekan dari Kojack- nama yang diberikan oleh teman aku yang punya penyakit bengek -tapi jago minum minuman keras- yang belum mati - mati sampai sekarang.
Aku dijuluki Pengacara Jalanan, ataupun Pengacara abal – abal, bukanlah tanpa sebab. Alasan  orang – orang yang pernah aku bantu dalam perkara Hukum, atau teman – teman para Aparat Penegak Hukum menjulukiku seperti itu mungkin dari cara berpakaian, berbicara,  rambut aku yang gondrong dan tidak pernah tersentuh oleh gel –karena Ibu yang meluruskan rambutku bilang kalau gel bisa membuat rambut aku lebih parah- atau pada saat ada orang membutuhkan jasa aku, mereka hanya cukup sms dan menyiapkan ucapan Terima Kasih serta Pulsa Rp. 5000 sebagai bayaranku. Tapi aku yakin julukanku itu muncul karena setelah delapan kali kuliah Hukum, aku belum pernah diwisuda.
Disetiap kelas Universitas yang pernah aku masuki, aku selalu menjadi pusat perhatian. Dari teman – teman cowok, aku dikenal sebagai laki – laki yang cerewet dan suka mendominasi.  yang cewek – cewek, hehehe.. aku yang paling top. Top dalam pengertian aku orangnya lucu dan gila, serta selalu siap kapan saja jika ada cewek yang mau mencurahkan isi hati mereka pada saat cowok mereka kupingnya bolot. Padahal aku kadang – kadang tidak mau selalu menjadi tempat sampah. Aku hanya ingin mencuri
perhatian mereka lewat modal wawasan yang lumayan luas  -yang aku dapat dari hobi aku membaca- dan perasaan  yang sengaja aku buat se-romantis mungkin untuk menutupi tampangku yang pas - pasan.
Aku telah mulai mengurus perkara yang berhubungan dengan Hukum maupun berbagai macam permasalahan sosial di masyarakat  sejak tahun 2001 di Jakarta dengan mengikuti teman sekaligus mentor aku Jimmy The Big Shit. Di Bitung aku mulai tahun 2006. Dari berbagai macam masalah yang pernah aku tangani, mulai dari pemerkosaan sampai aborsi, pencurian, penganiayaan, penadahan pembunuhan, dll, aku paling tidak suka menangani masalah Perdata. Sejak dari Kuliah, aku memang sangat suka wilayah Pidana dari pada Perdata.
“ Kasus Perdata, Dokumennya bengkak.. apalagi kasus Perceraian, kuping kalian juga akan ikutan bengkak…” kata dosenku. Dan kebetulan Beliau adalah Dosen favoritku.
Tapi, itulah intinya kenapa sampai aku menulis catatan pendek yang berjudul Kasusku ini.., karena di tahun 2009 aku berani mati untuk mengurus dua kasus Perceraian sekaligus. Dan menolak seluruh perkara yang merupakan spesialisasiku.







R A I N
Wanita tangguh ini aku kenal sejak dia masih SMA. Anak – anak menjulukinya Princess of Toth karena jarang melihat dia diam sambil menutup giginya lebih dari 5 menit pada saat lagi ngumpul dengan anak – anak.  Aku menyimpan nomor HandPhonenya dengan nama Budi Anduk –ada juga yang memanggillnya Sule-. Terlalu dramatis kalau aku bilang, Rain seperti Pelangi yang muncul sesudah turunnya hujan deras, Rain seperti obat sakit gigi kumur pada saat tablet tidak lagi berfungsi.
Pada saat pertama kali aku melihatnya di sebuah acara bersama teman – teman dekatnya, aku langsung terpesona oleh keceriaannya yang mampu menghidupkan suasana acara yang dipenuhi oleh orang mabuk dan bau keringat yang menyengat. Perkenalan aku dengan Rain malam itu yang didasari oleh rasa tertarik seorang cowok kepada cewek yang memiliki daya tarik yang kuat, telah memulai sebuah hubungan persahabatan yang luar biasa sampai sekarang.
Aku sempat terpisah dengan Rain dalam jangka waktu yang lumayan lama karena aku telah memiliki tanggung  jawab pribadi untuk mengurus keluargaku serta harus sekolah di Jakarta. Walaupun begitu aku tetap berhubungan dengan anak – anak di Bitung lewat telephone sehingga biarpun aku di Jakarta, tapi aku tetap bisa mengikuti perkembangan sosial teman – temanku, khususnya Rain.
Waktu aku pulang dari pendidikanku di Jakarta, aku ketemu Rain dirumah salah seorang teman. Saat itu aku lihat Rain sudah banyak perubahan. Ketawanya masih, cuma sudah tidak selepas dulu, tomboynya tetap, cuma sekarang lebih dewasa. Ada yang berubah dalam diri anak ini.. begitu pikir aku. Seperti pikiran kakek – kakek yang giginya tinggal 2 waktu memandang cucunya yang biasanya nakal dan tiba – tiba jadi kalem.
Tanggal 12 September 2009, malam, aku dihubungi oleh Rain melalui handphone.
Alasan perceraian Rain dengan suaminya sebenarnya sangat lemah dan tidak bisa dijadikan dasar Perceraian baik dari segi Hukum Dunia maupun Hukum Akhirat. Tapi dengan terlibatnya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, masalahnya menjadi besar sampai Polisi merasa harus turun tangan dengan membawa senjata laras panjang. Aku yang pada awalnya terlibat hanya dengan memberikan advice sambil lalu bahkan cenderung ogah, harus terlibat serius dalam masalah ini. Aku sendiri jujur, tidak mengerti sampai sekarang kenapa cuma karena engsel pintu bisa membuat orang bercerai.
Setelah melalui begitu banyak musyawarah, pengrusakan terhadap barang dan manusia, airmata sana.. airmata sini, Rain resmi bercerai dengan suaminya di tahun 2010 dengan aku yang selalu setia  mendampinginya. Dari luar, Rain kelihatan sangat kuat dan tabah walaupun aku tau secara psikis, dia hancur. Aku yang sudah terlibat dari pertama merasa turut bertanggung jawab dalam masalah ini. Bahkan sebelum jatuhnya putusan, aku sempat menemui suaminya untuk terakhir kali hanya untuk menunjukkan bahwa keputusan yang dia ambil kurang tepat, Rain siap meminta maaf walaupun akar permasalahan bukan dari dirinya, Rain tetap akan sayang dan cinta dan siap menerima dia kembali yang penting dia mau untuk hidup berumah tangga tanpa diatur – atur oleh kebijaksanaan hipokrit keluarganya lagi, Rain siap melakukan segala-galanya, bahkan Rain memang telah melakukan segala-galanya waktu Rain pindah Agama.. tapi, dengan gaya seorang sultan negeri sapi, dia tetap bersikeras bahwa dia dan keluarganya yang benar dan Rain yang salah. Saat itu juga sebelum aku pulang, aku juga bersikeras untuk menjejalkan dalam otak kecilnya sebuah gambaran bahwa aku siap untuk mematahkan tubuh kerempengnya menjadi 8 bagian kalau seandainya dia berusaha mendekati Rain lagi, atau aku akan dengan senang hati menghajar mulut kotornya kalau seandainya ketemu dijalan dan kebetulan aku lagi migrain.
That’s my Rain. That’s my case. Kasus yang bikin aku sial sampai sekarang, kasus yang aku pegang karena Rain adalah seorang wanita yang telah merelakan segala-galanya untuk mendapatkan cinta sejati, bahkan sampai rela bekerja sampai pagi untuk membantu mengembangkan usaha bekas suaminya, tapi yang paling penting aku mau terlibat dengan sukarela dalam masalah ini ‘cause Rain adalah teman baik aku dan aku sayang dia, dan dia berhak untuk mendapatkan suami yang baik dan tepat lebih dari seorang sultan negeri sapi yang penuh dengan kotoran sapi. Walaupun itu bukan hak aku untuk menentukan apa yang terbaik buat Rain.

To Be Continue..
Baca Selengkapnya - STORY AND THE REAL STORY 2009 which still exist UP NOW ... INSPIRATION AND MAKE HER SO FORMED JUSTICE LEAGUE OF INDONESIA

Senin, 30 Mei 2011

Sejarah Singkat Perkebunan Watuwudo Milik Rakyat Pinokalan yang di Kuasai PT.MSM/TTN

oleh Goku
0 komentar
Pada tahun 1920 masyarakat Pinokalan memperluas area perkebunannya arah ke Utara Desa menyusuri sungai Girian dan perkebunan ini dinamai Apela yang berarti batudomato. Tahun 1924 Pemerintah Belanda minta pada Kades Pinokalan agar perkebunan Apela diserahkan kepada beberapa kepala keluarga asal Desa Kaima, Kaasar, Karegesan dan Lembean sebagai gantinya pemerintah Belanda menunjuk Hutan yang berada di sebelah Utara Hutan Wiau dan dinamai oleh masyarakat Pinokalan WATUWUDO artinya batu warna putih agak kekuning kuningan campur kelabu yang luasnya 1.000 Ha seluas Kelurahan Apela I dan Apela II .

Untuk mengolah tanah ganti (Watuwudo) Kades /Tumatenden Jacobus Kaunang menyerahkan kepemimpinan Desa Pinokalan kepada Simon Sumlang dan pada tahun 1932 seluruh areal Watuwudo selesai ditumpas. Adapun batas- batasnya adalah sebagai berikut :
Utara : dengan kompleks hutan Rinondoran, 
Timur : dengan kompleks hutan Rinondoran/ Rarandam,
Selatan : dengan hutan Wiau 
Barat : dengan sungai Maen.

Berhubung musim kemarau yang cukup panjang pada waktu itu rencana Watuwudo akan di jadikan Desa oleh Jacobus Kaunang menjadi sirna karena mengambil air minum sangat jauh. Kemudian Jacobus Kaunang mendapat suatu areal pemukiman yang baik yaitu dekat sungai Araren.
Tempat ini kemudian bernama TINERUNGAN dan di resmikan oleh HUKUM BESAR GERUNGAN dan mengangkat lagi Jacobus Kaunang menjadi Kades tahun 1934 dan perkebunan Watuwudo menjadi wilayah kepolisian Tinerungan/ Pinasungkulan sampai sekarang.

Waktu mengolah perkebunan Watuwudo masyakat Pinokalan mengalami a.l hambatan babi hutan, sapi hutan kera (yaki) sehingga kelapa yang di tanam menjadi rusak/mati dan hambatan lain lagi yaitu penjajahan Jepang sehingga surat-surat yang berbahasa Belanda di musnahkan oleh para pemiliknya dan atau digali dalam tanah, gerombolan PPK serta pergolakan Daerah dimana perkebunan ini menjadi markas xxxx serta pemberontakan G 30S/ PKI. Hambatan - hambatan lain yang dapat di sampaikan a.l di bidang Pemerintahan yaitu perubahan status Kecamatan Bitung menjadi Kota Administratif lalu ke Kota Madya DATI II Bitung (sekarang Kecamatan Likupang Minahasa Utara 1998) 

Sejarah singkat ini tidak mengurangi usaha- usaha dari beberapa orang yang sudah menyusun lebih dahulu mengenai sejarah perkebunan Watuwudo a.l Sdr.Nelson J Lentey yang sudah di Ketahui  Oleh banyak orang.

Sumber: Joseph Kaunang 1995 

Mengetahui :
Kepala Kelurahan : K I Kaunang
Camat Bitung Utara : J. Porawouw S.sos 
(1997)
Baca Selengkapnya - Sejarah Singkat Perkebunan Watuwudo Milik Rakyat Pinokalan yang di Kuasai PT.MSM/TTN

Rakyat Miskin Topang Orang Kaya

oleh Goku
0 komentar
JAKARTA ~ Strategi pembiayaan ekonomi pemerintah selama ini ternyata cuma memunculkan ketidakadilan karena hanya menguntungkan segelintir orang kaya. Alokasi kredit perbankan tercatat lebih banyak untuk kepentingan pengusaha ketimbang mengangkat kehidupan rakyat miskin.

Padahal, sebagai pembayar pajak, rakyat miskin menyumbang penerimaan APBN yang sebagian dialokasikan untuk membayar utang bunga obligasi rekapitalisasi perbankan dan akhirnya dimanfaatkan bank untuk kredit bagi segelintir pengusaha.
Itu berarti secara tidak langsung rakyat miskin yang tidak menikmati pertumbuhan ekonomi dipaksa untuk berbagi menanggung utang pengusaha hitam obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Dana publik selama ini hanya beredar di antara pengusaha besar dan sama sekali tidak berpihak kepada ekonomi rakyat. Uang hanya beredar di antara mereka yang punya modal saja. Mereka juga lebih memilih investasi ke pasar obligasi dan properti daripada mengembangkan usaha kecil dan menengah," kata peneliti pada Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM Revrisond Baswir kepada Koran Jakarta, Kamis (26/5).

Menurut dia, para pengusaha itu mendapatkan akses modal dari bank yang selama ini menikmati keuntungan hanya dari hasil bunga obligasi rekapitalisasi perbankan yang mencapai lebih dari 600 triliun rupiah.

"Padahal, bunga obligasi itu berasal dari pemerintah yang sumbernya dari pajak rakyat. Jadi, rakyat dibebani bayar pajak untuk dinikmati segelintir pengusaha," kata Revrisond.

Sampai saat ini, pemerintah per tahunnya rata-rata harus membayar 60 triliun rupiah untuk bunga obligasi yang diterbitkan guna mem-bailout bank pengusaha hitam. Sebagian bank yang kolaps pada 1998 itu karena dimanipulasi oleh pemiliknya sendiri.

Revrisond menambahkan beban anggaran yang sangat besar harus ditanggung oleh rakyat pembayar pajak dan masyarakat luas.

"Paling tidak obligasi rekapitalisasi yang ratusan triliun rupiah itu harus membebani APBN setiap tahun yang berakibat peningkatan pajak, pencabutan subsidi, pengurangan pos-pos anggaran lainnya seperti pendidikan, kesehatan," jelas dia.

Senada dengan Revrisond, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ahmad Ma'ruf, menegaskan perbankan yang semestinya berfungsi sebagai penyalur modal untuk sektor ekonomi rakyat, justru lebih suka mengalirkan dana kepada grup mereka sendiri atau kepada instrumen-instrumen yang hanya mengabdi pada sebesar-besarnya keuntungan pemilik bank.

"Polanya, dana dari masyarakat tidak dikembalikan ke masyarakat, tapi ke instrumen SBI atau obligasi rekap, bunganya yang bayar pemerintah dari pajak rakyat, atau disalurkan ke pengusaha besar bagian dari grupnya. Kalau pengsuaha bangkrut, bank bangkrut, muncul pola BLBI, apa namanya kalau tidak menyandera?" tukas Ma'ruf.


Kredit Properti

Pengamat ekonomi Universitas Airlangga, Soebagyo, menyatakan gejala meningkatnya kredit ke sektor properti bukannya tanpa risiko. Pengalaman Jepang, sektor perbankannya nyaris ambruk karena kredit properti macet. Apalagi konsentrasi pengembang properti saat ini lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi strata mapan. "Para pembeli properti itu adalah mereka yang berada di strata pendapatan tinggi. Propertinya juga properti mewah, bukan rumah sederhana," kata dia.

Perbankan, lanjut dia, getol menyalurkan kredit ke properti karena perlu menyalurkan kelebihan likuditas dan berkepentingan mendapatkan pendapatan bunga memadai. Hal inilah yang mengakibatkan gelembung harga properti yang sewaktu-waktu bisa pecah.

Pengajar Lemhanas, John Palinggi, mengatakan kenaikan harga tanah dipicu oleh penguasaan lahan properti oleh pengusaha besar. Bahkan, 4 persen pengusaha properti menguasai hampir 70 persen lahan di Jakarta. Ini pertanda bahwa kekuatan ekonomi Indonesia berada di pengusaha kaya ini.

"Tidak heran jika sekarang ini ada pemusatan kue ekonomi pada sekelompok pengusaha. Dan ini sangat berbahaya bagi masa depan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, pemusatan kue ekonomi pada segelintir pengusaha membuat ketimpangan kesejahteraan. Jurang antara kaya dan miskin begitu menganga di Indonesia saat ini. "Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Lapangan kerja terbatas dan sumber daya ekonomi dikuasai segelintir orang. Ini tidak baik bagi masa depan ekonomi Indonesia," imbuh John.

Pemusatan kue ekonomi pada segelintir pengusaha ini menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak. Jika situasi ini tidak ditata dengan baik, bisa menimbulkan keguncangan ekonomi. "Mereka yang kaya ini sangat menentukan ekonomi kita ke depan dan ini sangat berbahaya," tegasnya.

Peneliti ekonomi LIPI Latif Adam mengaku tidak ada jalan pintas untuk memperbaiki ketimpangan sosial ini karena hal itu perlu dilakukan secara gradual dengan mengembangkan sektor tradable, baik dari sisi pertanian maupun industri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan lebih banyak pada sektor pertanian.

"Harus ada yang pro terhadap sektor UKM (usaha kecil menengah) dan itu obat mujarab untuk mengurangi ketimpangan sosial. Kalau tidak ada komitmen pada sektor ini, permasalahan ketimpangan sosial masih akan terjadi," tegas dia.
Baca Selengkapnya - Rakyat Miskin Topang Orang Kaya

Jelang 100 Hari Kepemimpinan Wali Kota Bitung

oleh Goku
0 komentar
BITUNG – Program 100 hari kepemimpinan Wali Kota Bitung Hanny Sondakh dan Wakil Wali Kota Bitung Max J Lomban yang akan berakhir 2 Juni pasca dilantiknya kedua kepala daerah pada  21 Februari lalu. Banyak ditemukan permasalahan  yang perlu segera dibenahi.

Hal ini diakui oleh Wakil Wali Kota Bitung Max J Lomban saat mendampingi Wali Kota Bitung Hanny Sondakh bersama Kepala Dinas Infokom Fabian Kaloh dalam konferensi pers di ruang kerja Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (25/5/2011).

“Setelah dilaporkan tim dapat hal dan temuan di lapangan,” ujar Lomban.

Ia menjelaskan, program 100 hari terdiri dari tiga kegiatan pokok yaitu pembenahan adminsitrasi seperti keuangan, barang dan aset, dan tugas pokok dan fungsi kepegawaian.

Pembenahan prasarana dan sarana infratruktur seperti jalan, saluran dan lampu jalan. Lalu pembenahan pelayanan masyarakat seperti perijinan, pembuatan kartu tanda peenduduk (KTP) dan Program Larasita.

Sumber: Manado Tribunnews
Baca Selengkapnya - Jelang 100 Hari Kepemimpinan Wali Kota Bitung

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Ping your blog, website, or RSS feed for Free Multiple BacklinksFree Automatic Link